Merawat Jantung Sehat dengan Gowes

Merawat Jantung Sehat dengan Gowes
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Indriati, Solo Baru, dr. Tyagita Verdena Rani Savitri, Sp.JP, FIHA, (Istimewa)

Solopos.com, SUKOHARJO– Tren bersepeda di tengah pandemi Covid-19 harus didukung kebugaran dan fungsi organ yang prima, termasuk jantung. Masyarakat diminta untuk tidak terlalu memaksakan diri saat memulai hobi bersepeda, terutama untuk bersepeda jarak jauh.

Fenomena menunggang kuda atau bersepeda baru-baru ini muncul saat sebagian besar masyarakat melakukan pekerjaan dari rumah (WFH) untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

Hampir setiap pagi, terutama hari Sabtu dan Minggu, Anda sering menjumpai goweser atau penggemar bersepeda. Namun, tak sedikit orang yang mengalami kelelahan fisik hingga titik kematian akibat serangan jantung saat bersepeda.

Wanita Kadipiro Jadi Pasien Ke-29 Solo Yang Meninggal Usai Terkena Covid-19

Spesialis jantung dan pembuluh darah di RS Indriati, Solo Baru, dr. Tyagita Verdena Rani Savitri, Sp.JP, FIHA mengatakan ada beberapa faktor penyebab serangan jantung saat melakukan aktivitas berat seperti bersepeda jarak jauh. Misalnya faktor usia, keturunan, riwayat penyakit jantung dan pekerjaan yang melebihi kemampuan saat bersepeda.

“Apalagi bagi mereka yang sudah berusia di atas 35 tahun membutuhkan medical check up sebelum bersepeda jarak jauh. Ini penting untuk deteksi dini apakah Anda mengidap diabetes, kolesterol tinggi, hipertensi, kelainan irama jantung, kelainan anatomi jantung, atau lainnya. komorbiditas. Kalau tidak pernah olahraga maka memaksakan diri menempuh jarak jauh akan berdampak pada kerja jantung, '' ujarnya saat ditemui Solopos.com di RS Indriati, Solo Baru, Sukoharjo, Senin (21/9). / 2020).

Ibarat Berkebun, Inilah Kepribadian Seseorang Dilihat Dari Tanaman Hias Yang Disukai

Jangan memaksakan diri

Tanda-tanda goweser terkena serangan jantung adalah sesak nafas, nyeri dada sebelah kiri yang terus-menerus seperti tertimpa benda berat. Tak sedikit goweser juga mengalami perasaan berdebar-debar di dada, nyeri yang menjalar ke lengan kiri hingga ke leher kiri, keringat dingin, mual dan muntah saat serangan jantung. Jantung merupakan organ paling vital yang harus dilatih jika ingin mengendarai sepeda dengan jarak puluhan kilometer.

Baca:  Bikin Jam Perhitungan, Kelompok Ilmuwan Sebut Jadwal Kiamat Dipercepat

“Jangan memaksakan diri jika badan lelah dan harus istirahat. Masalahnya, banyak orang yang tidak pernah berolahraga kemudian bersepeda jarak jauh hanya karena tidak mau ketinggalan tren. Bahkan, memang begitu bisa berakibat fatal karena bisa terkena serangan jantung, ”ujarnya.

Cakep, Tawangmangu Karanganyar Makin Banyak Artis Tampak Sebagai Lokasi Syuting

Olahraga sebaiknya dilakukan bertahap dari ringan, sedang hingga berat. Jika Anda tidak pernah berolahraga, Anda dapat berjalan atau berlari ringan untuk menjaga kebugaran tubuh selama 150 menit per minggu. Kemudian, Anda bisa melanjutkan bersepeda jarak dekat terlebih dahulu.

Di RS Indriati Solo Baru, masyarakat bisa menjalani deteksi dini penyakit jantung melalui tes treadmill yang dipandu langsung oleh tenaga medis. Rumah Sakit Indriati juga dilengkapi dengan peralatan teknologi canggih dan sumber daya manusia yang berintegritas.

“Jika ada masyarakat yang ingin berkonsultasi tentang kondisi kesehatan jantung demi keselamatan saat berolahraga bisa langsung datang ke rumah sakit,” ujarnya.

Postingan Merawat Jantung yang Sehat bersama Gowes muncul pertama kali di Solopos.com.