Pengobatan Pasien Covid-19 Bisa Capai Rp446 Juta, Pencegahan Jauh Lebih Murah

Pengobatan Pasien Covid-19 Bisa Capai Rp446 Juta, Pencegahan Jauh Lebih Murah
Pasien Covid Klaten Sembuh Pasien Covid-19 Pasien Polanharjo Covid Klaten Sembuh Ibu Rumah Tangga Ponorogo Kasus Covid-19 Klaten Ledakan Covid-19 Angka Kematian Warga lansia tunggal Sukoharjo Kasus positif Covid-19 Meninggal Warga Klaten Klaten positif Covid-19 Sembuh Kasus baru Covid-19 Klaten covid-19 klaten

Solopos.com, SOLO– Mencegah Covid-19 dengan mendisiplinkan dan menerapkan protokol kesehatan 3M jauh lebih murah daripada merawat seseorang yang dipastikan positif. Studi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan, biaya pengobatan pasien Covid-19 bisa mencapai Rp 446 juta.

Padahal, hanya dengan menjalankan protokol kesehatan 3M seperti memakai masker, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir serta menjaga jarak dan menghindari keramaian biayanya tidak lebih dari Rp 5.000 per hari.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof Hasbullah Thabrany mengatakan, biaya pengobatan yang dibutuhkan tergantung dari penyakit yang diderita seseorang. Ada yang hanya puluhan ribu rupiah seperti flu. Ada juga yang menelan Rp10 miliar saja tidak cukup suka kanker.

Di Indonesia, kesadaran masyarakat tentang pengobatan penyakit ini masih ala kadarnya. Ada uang, penyakitnya diobati. Tidak ada uang, maka tidak ada pengobatan. Kematian karena penyakit dianggap biasa. “Tapi kalau orangnya lebih berbudaya dari kita, yang sakit harus dirawat sejauh teknologi kedokteran, obat ada obatnya. Misalnya di Belanda, Inggris,” kata Hasbullah, dalam talkshow virtual yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika. serta Panitia Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), Senin (16/11/2020).

Dalam konteks Covid-19, seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh negara. Besarnya biaya pengobatan tergantung penyakit penyerta atau penyerta, beratnya nyeri, dan sistem imun pasien. Studi Kementerian Kesehatan menemukan, rata-rata biaya pengobatan pasien Covid-19 mencapai Rp 184 juta. Biayanya berkisar antara Rp 2,4 juta hingga maksimal Rp 446 juta.

Update Covid-19: Jawa Tengah Kedua Setelah DKI Jakarta Dengan Kasus Baru Terbanyak

Hindari Acara yang Mengundang Kerumunan

Pasien Covid-19 juga dirawat di rumah sakit rata-rata selama 15,4 hari. Pasien tercepat dirawat selama 1 hari dan paling lama 194 hari. Kerugian tersebut belum termasuk dampak kehilangan pendapatan selama sakit dan dampak yang tidak dapat dinilai seperti beban psikologis yaitu kesedihan, kekecewaan, stres, dan lain-lain.

Jadi kita harus mikir bersama, lebih baik jangan sampai sakit. Jadi kita harus berusaha mencegah. Mencegah lebih baik, ”kata Hasbullah.

Hasbullah menggambarkan disiplin pencegahan Covid-19 dan biaya pengobatan ini dengan sebuah kasus. Seseorang didenda Rp 50 juta karena pelanggaran yang memicu keramaian. Denda ini bisa murah jika 10 orang terinfeksi Covid-19 setelah 1-2 minggu kemudian. Jika rata-rata biaya pengobatan Rp 184 juta per orang, maka dibutuhkan minimal Rp 1,84 miliar.

“Ini harus kita hitung bersama-sama. Bukan karena sentimen. Ayo coba berpikir realistis, logis,” ujarnya.

Baca:  Happy Hipoxia, Gejala Covid-19 yang Tidak Terlihat Namun Sangat Berbahaya

Dampak yang lebih besar bisa terjadi jika korban meninggal. Sebab, ini menyangkut nasib istri dan anak-anaknya kelak. Padahal, kehidupan itu sendiri tidak bisa dihitung nilainya.

Hasbullah berharap denda menjadi kasus terakhir. Masyarakat diminta untuk tidak membuat acara yang menimbulkan keramaian, termasuk perayaan, konser musik, ulang tahun, dan lain-lain. Pasalnya, hal ini memicu dampak pandemi yang berkepanjangan. “Jadi mari kita bersabar, tunggu kalau mau kumpul tunggu nanti kalau vaksinnya sudah tersedia. Sekarang semua agama perintahkan untuk sabar,” ujarnya.

Berkat gol pembeda Yannick Carrasco, Atletico mengalahkan Barcelona 1-0

Pencegahan

Hasbullah mengatakan bahwa setiap penyakit adalah bencana, meski tidak banyak orang yang menyadari bahwa penyakit adalah bencana individu. Nyeri ini dapat dikendalikan dengan mematuhi protokol kesehatan dan menjalani hidup sehat.

Tidak hanya itu, biaya pencegahan juga terbilang lebih murah daripada mengobati. Misalnya, menggunakan masker kain yang bisa dicuci berulang kali harganya tidak lebih dari Rp 5.000 per hari. Biaya itu jauh lebih rendah daripada sakit Covid-19 dan dirawat selama dua minggu.

Jika dirawat, seseorang akan kehilangan penghasilan hingga Rp 1,5 juta jika penghasilannya Rp 100.000 per hari. Kerugian ini semakin besar semakin besar pendapatannya.

Pencegahan juga murah saat vaksin beredar. Harga vaksin yang diperkirakan US $ 2 per unit itu jauh lebih murah dibandingkan biaya pengobatan Covid-19. Namun demikian, perlu untuk menghitung ulang berapa lama efektivitas vaksin tersebut nantinya.

Setelah mendapat vaksin, masyarakat tetap harus disiplin dalam mengikuti protokol kesehatan. Mendapatkan vaksin juga dikategorikan sebagai ibadah, yaitu tidak tertular dan menularkan Covid-19 ke orang lain.

Hasbullah mencontohkan, ketidakdisiplinan membuat seseorang menghabiskan ratusan juta rupiah sejak awal yang hanya gratis. Penderita TB harus menjalani pengobatan dengan biaya Rp. 30 juta. Padahal, pemerintah memberikan vaksin BCG secara gratis.

Namun, pengobatan yang tidak disiplin mencegah penyakit itu sembuh. Selain itu, ada resistensi terhadap obat yang diberikan. Akibat penolakan ini, biaya pengobatan yang dibutuhkan adalah Rp. 300 juta.

“Setelah vaksin juga harus disiplin. Tetap pakai masker, jaga jarak karena tidak ada yang bisa menjamin 100 persen. Kami sudah dengar kabar vaksin itu 90 persen efektif. Artinya dari 10 orang itu. yang divaksinasi 9 orang tidak kena atau mengalami gejala yang sangat ringan. Tapi masih ada yang kena, ”kata Hasbullah.

Pasca Pengobatan Penderita Covid-19 Bisa Capai Rp 446 Juta, Pencegahan Jauh Lebih Murah muncul pertama kali di Solopos.com.