Sempat Buka 3 Pekan, Objek Wisata Air Klaten Tutup Lagi

Sempat Buka 3 Pekan, Objek Wisata Air Klaten Tutup Lagi
Tempat wisata air klaten

Solopos.com, KLATEN – Atraksi air Klaten yang telah dibuka selama beberapa minggu terakhir ditutup kembali. Penutupan tersebut terjadi karena belum ada peraturan yang mengizinkan atraksi air dibuka selama pandemi Covid-19.

Sejumlah obyek wisata air yang sudah dibuka, yakni Desa Umbul Pelem Wunut, Kecamatan Tulung, dan Desa Umbul Manten Sidowayah, Kecamatan Polanharjo. Dua atraksi air yang berdekatan telah dibuka selama dua hingga tiga minggu terakhir.

Pengelola menutup kedua objek wisata air tersebut mulai Senin (21/9/2020). Penutupan tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) Setda Klaten No. 556/559/13 tentang penutupan sementara kolam renang dan sejenisnya pada saat pandemi Covid-19.

Juara Grand Prize Bersepeda Virtual Solopos 2020, Warga Jogja Ini Tak Percaya

Direktur Utama Badan Usaha Milik Desa (BUM) Desa Sumber Kamulyan, Desa Wunut, Klaten, Saryanto menjelaskan, objek wisata air Umbul Pelem sudah dibuka kembali sejak tiga pekan terakhir, tepatnya 20 hari lalu.

Salah satu penyebab dibukanya kembali objek wisata air tersebut adalah karena faktor ekonomi. Selama enam bulan terhitung sejak pertengahan Maret lalu, aktivitas Umbul Pelem lumpuh.

Biaya operasional

Tanpa pendapatan, biaya operasional jalan terus berlanjut, seperti biaya perawatan dan gaji karyawan yang berjumlah sekitar 12 orang.

Alasan pertama karena setiap bulan kita juga harus membayar karyawan. Kalau terus tidak ada penghasilan, kita bayar kemana ?, ”kata Saryanto saat berbincang dengannya. Solopos.com, Minggu (20/9/2020).

Faisol Rifqi dari Sekaligus Menggantikan Danang Liestianto sebagai Ketua Pemuda Pancasila Solo

Tak hanya itu, dibukanya kembali objek wisata air Klaten juga karena keluhan dari petugas kuliner. Mereka mengeluh keluarganya kesulitan mencari makan, karena satu-satunya sumber pendapatan adalah umbul.

Saryanto mengatakan protokol kesehatan preventif Covid-19 sudah diterapkan selama tiga pekan terakhir. Setiap pengunjung wajib mengenakan topeng saat memasuki objek wisata. Ada pemeriksaan suhu dan harus cuci tangan.

Dua kali seminggu dilakukan penyemprotan desinfeksi. Setiap hari ada pergantian air di kolam renang.

Gibran-Teguh dan Bajo Siapkan Strategi Khusus Kalau Panggung Pilkada Solo 2020 Berlangsung, Apa Itu?

“Jadi setiap pagi air selalu baru. Ada pembatasan jumlah pengunjung. Sistem kami buka tutup. Saat kami melihat bagian dalam pengunjung hampir penuh, kami menutup pintu masuk terlebih dahulu hingga pengunjung lebih sedikit. , "kata Saryanto.

Baca:  Studi: Pewarna Makanan Bisa Membunuh COVID-19 di Udara (Airborne)

Kemampuan finansial

Saryanto menjelaskan, pada akhir pekan selama objek wisata air Klaten buka, jumlah pengunjung sekitar 2.000 orang / hari. Pada hari biasa atau non akhir pekan jumlah pengunjung sekitar 400 orang / hari. Kapasitas Umbul Pelem 6.000-8.000 orang, jelasnya.

Saryanto mengaku belum tahu sampai kapan panji tersebut harus ditutup. Pengelola masih menunggu instruksi dari Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten untuk membuka kembali objek wisata tersebut.

Positif Covid-19, Satu Peserta Absen Tes SKB CPNS Solo

Soal kemampuan keuangan BUM desa, Saryanto menjelaskan masih mencukupi untuk membiayai operasional Umbul Pelem, termasuk membayar pegawai selama enam bulan ke depan.

“Harapan kami Pmbul Pelem secepatnya bisa izin dibuka kembali, dengan pertimbangan kemampuan ekonomi Desa Wunut dari Umbul Pelem. Termasuk untuk membayar iuran BPJS untuk seluruh warga Wunut,” ujarnya. kata.

Direktur BUM Desa Sinergi, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Imron, mengatakan selama dua minggu terakhir objek wisata air Umbul Manten dibuka untuk umum dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Update Situasi Corona Solo: 2 Hari Tambah 13 Kasus Positif, 589 Kumulatif

“Kira-kira dua minggu lalu kita buka. Tapi Insyaallah Senin tutup karena saya mendapat surat dari Setda Klaten,” kata Imron.

peduli

Dia juga tidak tahu sampai kapan penutupan itu akan dilakukan. Meski sudah tutup, Imron menjelaskan bahwa perawatan umbul terus dilakukan.

“Harapan saya, pemerintah bisa memberikan solusi untuk biaya pemeliharaan obyek wisata kita khususnya dan secara umum semua obyek wisata Klaten. Karena kita mengumpulkan dana sisa dari usaha pengelolaan pariwisata yang dimotori BUM desa dan terus dikembangkan, "kata Imron.

Tambahan Kasus Covid-19 Indonesia Saat Ini Hampir 4.000 Orang

Setelah ada perkembangan, Imron mengatakan bahkan ada kecelakaan pandemi Covid-19 sehingga harus ditutup. Tidak ada biaya operasional karena objek wisata ditutup oleh pemerintah.

Sejumlah pengunjung berharap objek wisata air Klaten bisa dibuka kembali dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Seperti yang diungkapkan sejumlah remaja asal Kartasura, Sukoharjo, kepada Solopos.com di Umbul Manten.

“Semoga bisa tetap terbuka dengan pembatasan jumlah pengunjung,” kata Septian.

Postingan Sempat Dibuka 3 Minggu, Penutupan Objek Wisata Air Klaten Kembali tampil pertama kali di Solopos.com.