Solopos Hari Ini: Dunia Perigatkan Indonesia

Solopos Hari Ini: Dunia Perigatkan Indonesia
Koran Solopos Today edisi Rabu (7/10/2020) mengulas peringatan dunia Indonesia.

Solopos.com, SOLO–Koran Solopos Today edisi Rabu (7/10/2020) mengulas peringatan dunia Indonesia.

Omnibus Law (UU) Penciptaan Lapangan Kerja menjadi kabar gembira bagi para pengusaha dalam negeri. Tetapi alasan penciptaan lapangan kerja dianggap tidak
sebanding dengan efek buruknya, dari pekerja baru hingga lingkungan.

Mobil Nyungsep Ke Selokan Jalan Ponorogo-Madiun, Ayah dan Anak Terluka

Investor global yang mengelola aset senilai US $ 4,1 triliun mengingatkan pemerintah Indonesia. Undang-undang Penciptaan Kerja baru disahkan pada hari Senin
(5/10/2020) dapat menimbulkan risiko baru bagi hutan tropis negara.

Baca lebih banyak Solopos e-paper.

Demo Mahasiswa, Pekerja Tunggu Judicial Review

Ratusan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang menamakan dirinya UNS Suing menggelar aksi unjuk rasa menentang disahkannya Omnibus Law / Job Creation, Selasa (6/10/2020) di boulevard kampus setempat.

Dalam orasinya, mereka mengecam pemerintah karena mengesahkan undang-undang tersebut, Selasa (5/10/2020).

Menurut mereka, undang-undang tersebut justru merugikan pekerja. Dalam pernyataan yang dibacakan oleh Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS,
M. Zainal Arifin, seorang mahasiswa, antara lain mengutarakan mosi tidak percaya pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan DPR.

Baca lebih banyak Solopos e-paper.

Pedagang Klewer Boyongan 15 Oktober

Pembangunan Pasar Klewer Timur mencapai batas akhir penyelesaian pada 10 Oktober. Sementara itu, pedagang dijadwalkan menjual pada 15 Oktober. Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Heru Sunardi, mengatakan saat ini proyek tersebut telah selesai dan sedang dikerjakan. tinggal menunggu penyerahan karya pertama (PHO). Pelaksana proyek akan menyerahkan kunci ke agensi pada 11 Oktober.

Lebih 11 Warga Klaten Terpapar Virus Corona, Sebanyak 671 Orang

Kemudian keesokan harinya kunci tersebut akan diserahkan ke pedagang. “Saat ini baru permukiman. Kriteria green building sesuai harapan Kementerian Perdagangan (Kemendag) sudah terpenuhi. Beberapa titik sudah 100% selesai, beberapa titik masih penyempurnaan, beberapa titik sedang dibersihkan. di dalamnya bagus. Beberapa pedagang sudah berkunjung dan mereka mengapresiasi, ”ujarnya kepada wartawan, Selasa (6/10/2020).

Baca:  Pro Kontra Rencana Vaksin COVID-19 di Indonesia

Baca lebih banyak Solopos e-paper.

Pemkot akan mengikuti Bengawan Solo

Korps Relawan Peduli Sungai (Karsa) Soloraya menemukan limbah industri yang dibuang ke Sungai Bengawan Solo, Minggu (4/10/2020). Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan melakukan penelusuran sungai dan menindak industri yang sengaja membuang limbah ke sungai.

Ketua Karsa Soloraya, Sabar Gorky menjelaskan, menyusuri sungai Bengawan bersama Fakultas Olah Raga UNS dan FKPPI menggunakan kayak dari Beton, Desa Sewu hingga Jl. Ringroad. Anggota menemukan berbagai limbah rumah tangga dan industri yang dialirkan ke Bengawan Solo.

“Limbah cair sebagian besar berasal dari industri batik dan tekstil. Saya prihatin dengan sampahnya, tapi masyarakat tidak mau berbuat apa-apa. Kami mengkampanyekan pelan-pelan agar tidak membuang sampah atau sampah ke dalam. ke sungai, ”ujarnya kepada Espos saat ditemui di PMI Solo, Selasa (6/10/2020).

Baca lebih banyak Solopos e-paper.

Postingan Solopos Hari Ini: Perang Dunia Melawan Indonesia muncul pertama kali di Solopos.com.